Arsip:

Berita

Bimbingan Teknis Penulisan Paten ” Strategi Memahami Kekayaan Intelektual dan Praktik Penulisan Paten “

Dalam rangka untuk meningkatkan pengetahuan dan pendaftaran terkait paten bagi dosen dan peneliti di lingkungan Universitas Gadjah Mada, Direktorat Penelitian mengadakan bimbingan teknis penulisan paten dengan tema” Strategi Memahami Kekayaan Intelektual dan Praktik Penulisan Paten”. Peserta yang mengikuti terdiri dari dosen, asisten dosen maupun peneliti yang berpotensi menghasilkan luaran berupa kekayaan intelektual satunya adalah paten. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu-Kamis, tanggal 29-30 November 2017 di Ruang Sidang Multimedia II.

Narasumber pada kegiatan tersebut adalah Ragil Yoga Edi, SH., LLM dan Ferianto, S.Si (LIPI) dan Dr. Budi Agus Riswandi, SH.,M.Hum (UII/Ketua ASKII)

Kegiatan ini berlangsung secara interaktif karena ada sesi pemberian materi, studi kasus dan berkonsultasi langsung dengan narasumber terkait pembuatan deskripsi paten yang baik dan benar. Diharapkan setelah kegiatan ini maka peserta tidak bingung dalam membuat diskripsi paten yang merupakan salah satu komponen penting dalam pendaftaran paten.

Pelatihan Reviewer Penelitian

Dalam rangka mendukung implementasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 106/PMK.2/2016 dan Permenristekdikti Nomor 69 Tahun 2016, Direktorat Penelitian Universitas Gadjah Mada mengadakan Pelatihan Reviewer Penelitian pada hari Rabu – Sabtu  (11-14 Oktober 2017) di Hotel Grand Artos Aerowisata Hotel & Convention, Magelang. Pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan reviewer penelitian yang jujur dan profesional dalam menilai kelayakan proposal penelitian dan luaran penelitian. Reviewer adalah bagian dari kelengkapan untuk meningkatkan tiga indikator Riset dan Pengembangan (Risbang), yaitu publikasi, kekayaan intelektual, dan prototype teknologi. Keberadaan Reviewer jujur dan profesional diharapkan mampu mendukung Risbang dalam mencapai 3 indikator output penelitian tersebut baik secara kuantitas maupun kualitas. Pelatihan selama 4 hari ini diikuti oleh 46 staff pengajar/peneliti Universitas Gadjah Mada yang mewakili masing-masing bidang fokus penelitian di UGM.

“Materi pelatihan yang diberikan mengarah pada standar SNI ISO/ IEC17024: 2012, nantinya diharapkan mampu menghasilkan reviewer jujur dan profesional yang mampu mengubah wajah riset dan pengembangan di Indonesia” demikian disampaikan Kepala Sub Direktorat Program Penelitian Dr.biol.hom. Nastiti Wijayanti, M.Si di sela-sela acara, “Sehingga cita-cita kebangkitan teknologi nasional dapat kita wujudkan” tambahnya.

Pelatihan Reviewer Penelitian ini terselenggara atas koordinasi Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Pusdiklat Kemenristekdikti yang bekerjasama dengan Reviewer Penelitian Nasional (RPN), Quantum HRM Internasional, dan Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Sosialisasi Kebijakan, Pengelolaan dan Pelaksanaan Riset Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun 2017 Dan Tahun 2018

Kegiatan Sosialisasi Kebijakan, Pengelolaan Dan Pelaksanaan Riset Tahun 2017 dan Tahun 2018 terselenggara pada hari Kamis, 6 April 2017 bertempat di Ruang Utama Lantai 1 Grha Sabha Pramana UGM dibuka oleh Wakil Rektor Bidang P2M, Prof.Dr. Suratman, M.Sc dan penutupan kegiatan oleh Direktur Penelitian, Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc.

Kegiatan Sosialisasi Kebijakan, Pengelolaan Dan Pelaksanaan Riset Tahun 2017 dan Tahun 2018 tidak hanya menarik minat peneliti/dosen UGM tetapi juga peneliti/dosen dari Perguruan Tinggi lain di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Dr. Muhammad Dimyati, M.Sc menyampaikan bahwa riset dan pengembangan harus menghasilkan inovasi dan invensi yang dapat memberikan dampak pada peningkatan daya saing bangsa dan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan riset dan pengembangan terkait luaran riset berupa publikasi tercantum dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2016, Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 106/PMK.02/2016, Panduan Pengelolaan dan Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Edisi XI, Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2017, Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015, Science and Technology Index (http://sinta1.ristekdikti.go.id).

Kebijakan riset dan pengembangan terkait luaran riset berupa kekayaan intelektual tertuang dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 dan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2016 dan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 72/PMK.02/2015. Kebijakan riset dan Pengembangan terkait dengan luaran penelitian berupa prototipe adalah Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2016.

Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc, menyampaikan pengelolaan riset berbasis output (Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 106/PMK.02/2016). Bahwa telah terjadi perubahan paradigma riset dari riset yang berbasis proses menjadi riset berbasis output yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas penelitian.

L’Oreal – UNESCO Tawarkan Program Fellowship Woman In Science 2017

Bertempat di Ruang Sidang Utama LPPM UGM, L’Oreal – UNESCO menawarkan program Fellowship Woman In Science 2017 melalui acara sosialisasi program pada hari Selasa (4/4). Acara yang dibuka secara langsung oleh Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. ini terbuka untuk para perempuan peneliti di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun dari luar UGM. “Saat ini yang terjadi di negara Indonesia adalah adanya kesenjangan-kesenjangan yang dapat dilihat dari index gini, artinya banyak hasil-hasil pembangunan yang hanya dimanfaatkan di daerah perkotaan. Sedangkan di desa-desa pelosok tidak merasakannya. UGM terus mendorong untuk terbentuknya inovasi sosial melalui kerjasama-kerjasama dengan berbagai pihak seperti halnya dengan L’Oreal ini untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut” demikian disampaikan Rektor UGM dalam sambutannya.

Hadir pula pada acara sosialisasi tersebut, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd. Dalam sambutannya di depan perempuan peneliti, Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd mengatakan “UNESCO melihat perempuan peneliti di dunia kedudukannya sangat timpang, masih dirasa sangat sedikit, maka dalam sosialisasi ini L’Oreal memilih UGM yang memiliki potensi sebagai tempat untuk menawarkan program ini”. Di L’Oreal ada sekitar 4.000 perempuan peneliti (intelektual) yang setiap hari melakukan riset disana, maka agar penelitian tidak terhenti peneliti harus memiliki keunggulan intelektual yaitu integritas, percaya pada nalar, empati, kemandirian, keberanian, rendah hati, rasa keadilan dan tahan deraan demikian tambahan Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd dalam sambutannya.

Program L’Oreal Woman In Science mencanangkan #ChangeTheNumbers untuk mengubah angka ilmuwan perempuan dalam 6 manifesto yaitu melalui mendorong generasi perempuan muda mengembangkan minat dan karir di bidang sains, mendobrak segala rintangan yang menghalangi ilmuwan perempuan dalam meniti karir di bidang sains, membuka selebar-lebarnya akses bagi ilmuwan perempuan untuk menduduki pimpinan di dunia sains, mengangkat profil ilmuwan perempuan, memastikan tercapainya kesetaraan jender dan memfasilitasi mentoring & networking bagi ilmuwan perempuan untuk memudahkan perencanaan dan pengembangan karir.

Dalam sosialisasi program tersebut dijelaskan detail oleh Head of Corporate Communications PT L’Oreal Indonesia, Melanie Masriel dan tim reviewer Prof. Dr. Herawati Hudaya, Program Fellowship Nasional ini diberikan kepada 4 pemenang yang masing-masing akan dibiayai sebesar Rp.80 juta dengan kriteria batas usia perempuan peneliti adalah 40 tahun, minimal berpendidikan S3 atau sedang menjalani studi S3 kemudian mengisi formulir aplikasi secara langsung via www.lorealscience.co.id dan bidang penelitian yang diutamakan yaitu life science, material science, engineering dan matematika. Untuk batas akhir penerimaan aplikasi pada tanggal 15 September 2017 kemudian 2 – 13 Oktober 2017 adalah tahap interview finalis dan terakhir inagurasi pada tanggal 9 November 2017.

Monitoring dan Evaluasi Riset Dana Grant Riset Sawit 2017

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Kementerian Keuangan RI telah meluncurkan Program Grant Riset Kelapa Sawit untuk memberikan bantuan pendanaan riset sawit unggulan kepada lembaga riset di Indonesia. Program ini merupakan salah satu wahana bagi para peneliti bidang perkelapasawitan dari perguruan tinggi, lembaga litbang milik pemerintah dan swasta serta industri untuk mewujudkan hubungan kerja sinergis antara lembaga penghasil konsep dan teknologi dengan lembaga manufaktur/industri. Selanjutnya produk-produk industrial mutakhir dengan fitur-fitur baru atau yang mampu memutus rantai ketergantungan dengan pihak luar negeri, dimungkinkan beredar di pasaran sebagai hasil penelitian-penelitian perguruan tinggi di dalam negeri. Dengan demikian, budaya penelitian yang bernuansa penciptaan produk secara berkelanjutan akan tumbuh di dunia industri Indonesia dan budaya industri yang bernuansa time to market akan tumbuh pula di perguruan tinggi di Indonesia

Dalam rangka melakukan penelaahan atas perkembangan hasil capaian riset dana Grant Riset Sawit yang telah diluncurkan, pada tanggal 24 Maret 2017 BPDPKS mengundang para periset untuk menyampaikan hasil riset kepada Komite Riset BPDPKS melalui kegiatan monitoring dan evaluasi serta kunjungan lapangan. Kegiatan dilaksanakan di Ruang sidang Utama LPPM UGM dan dibuka oleh Direktur Penelitian UGM serta arahan pelaksanaan kegiatan oleh Direktur BPDPKS. Pada acara ini tiga tim  peneliti UGM Dr. Ir. Chusnul Hidayat, Ir. Lukito Edi Nugroho, M.Sc., Ph.D, dan Tim Dr.rer.nat. Ari Indrianto, S.U mempresentasikan hasil penelitiannya. Selain ketiga tim UGM terdapat dua peneliti dari perguruan tinggi di luar UGM, yaitu Tim Peneliti dari Istiper dan Universitas Brawijaya. Kegiatan monitoring dan evaluasi diakhiri dengan kunjungan lapangan ke Fakultas Teknik UGM.

Evaluasi Mandiri Riset Pengembangan drg. Ika Dewi Ana, Ph.D

Selasa tanggal 14 Maret 2017 Direktorat Penelitian melakukan evaluasi mandiri terhadap Riset LPDP Pengembangan “Next Generation Medical Devices Berbasis Gelatin dan CHA (Karbon Apatit) untuk Terapi Regeneratif Kerusakan Jaringan. Evaluasi dikaksanakan di Laboratorium Riset Terpadu Fakultas Kedokteran Gigi UGM.   Dalam evaluasi ini Ketua Tim Riset drg. Ika Dewi Ana, Ph.D beserta tim peneliti menyampaikan hasil penelitian tahun pertama kegiatan.

Riset yang bermitra dengan PT Gama Multi Usaha Mandiri ini memfokuskan penelitian untuk mengembangkan medical devices berbasis CHA untuk menghasilkan i) membran CHA berserat nano (nanofiber-CHA membran) untuk operasi kranial dan penutupan operasi tulang dan ii) “injectable scaffold” (injectable-CHA) untuk kebutuhan-kebutuhan terapi jaringan keras yang memerlukan material near net shape.

Apabila fokus ini dilakukan secara konsisten 3-5 tahun ke depan, maka hal tersebut akan membawa Indonesia sebagai leading nation dalam bidang rekayasa jaringan, mengubah profil dari net importer menjadi penghasil, dan dapat melakukan ekspansi produk alat kesehatan ke negara-negara lain

Evaluasi Mandiri Riset Pengembangan Model Inkubator Kewirausahaan Hijau

Riset Pengembangan Model Inkubator Kewirausahaan Hijaudi Desa Miskin Sekitar Hutan di Desa Nglanggeran Kabupaten Gunung Kidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu riset yang didanai oleh LPDP Kementerian Keuangan. Dilaksanakan oleh Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM. Adapun tujuan besar dari riset ini adalah untuk menanggulangi kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi hijau, dengan cara mengembangkan model inkubator kewirausahaan hijau yang berbasis produktivitas pertanian dan perikehidupan rumah tangga desa (rural household livelihood). Dalam melaksanakan kajiannya, tim menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang merupakan penggabungan antara riset dan aksi atau dikenal juga sebagai kaji tindak.

Lokasi kajian berada di desa wisata Nglanggeran memiliki daya tarik antara lain wisata alam, dengan daya tarik utama berupa Gunung Api Purba beserta pemandangan sekitar, wisata budaya, wisata kerajinan, wisata kuliner dan wisata pendukung. Riset ini bermitra dengan Kelompok Sadar Wisata Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul

Sebagai akhir dari riset tahun pertama, Direktorat Penelitian UGM melakukan evaluasi mandiri terhadap tim riset yang dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 13 Maret 2017 di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM. Hadir dalam acara ini Ketua tim Dr. Hempri Suyatna beserta anggota tim, pembahas Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si,. M.Si, dan Tim Direkrorat Penelitian UGM. Riset ini menghasilkan temuan utama bahwa ekowisata di Desa Nglanggranmengalami kemajuan karena adanya keterkaitan dan sinergi dengan sektor-sektor kehidupan yang lain. Keberadaan wisata di Desa Nglanggeran tidak mengakibatkan terjadinya peralihan pekerjaan utama warga dan degradasi lingkungan. Ekowisata justru berperan sebagai penggerak dan pendorong bagi tumbuh dan berkembangnya sektor-sektor lain seperti pertanian, peternakan, umkm, jasa, dan dan sektor lain serta upaya-upaya pelestarian lingkungan.

Evaluasi Mandiri Penelitian RISPRO LPDP Tahun 2017 : Produksi Pewarna Alami

Direktorat Penelitian UGM melaksanakan kegiatan evaluasi mandiri tahun pertama kegiatan penelitian RISPRO LPDP untuk judul “Produksi Pewarna Alami Dan Aplikasinya Pada UKM Batik Sebagai Sarana Pengembangan Produk Berbasis Kearifan Lokal, Kompetitif, Dan Berkelanjutan” pada hari Selasa (21/2). Kegiatan yang dilaksanakan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman ini dihadiri oleh Tim Direktorat Penelitian UGM, mitra penelitian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, dan mitra Asosiasi Batik Sleman Mukti Manunggal serta tim peneliti yang diketuai oleh Dr. Edia Rahayuningsih.

“Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk komersial pewarna alami dan mengaplikasikan pewarna alami tersebut pada produksi batik di Kabupaten Sleman sebagai sarana realisasi pembangunan ekonomi berkelanjutan” demikian disampaikan Dr. Edia Rahayuningsih. “Untuk merealisasikan tujuan tersebut perlu dibangun kerjasama mutualistik dan strategis antara peneliti, produsen pewarna alami, pemerintah daerah Kabupaten Sleman, dan komunitas pengrajin” tambahnya. Pada tahun pertama ditetapkan 8 rumusan tujuan spesifik dan dicapai melalui 8 aktivitas kegiatan. Secara umum aktivitas yang dilakukan dalam penelitian ini telah terselenggara sesuai dengan target capaian dan janji luaran yang direncanakan.

Strategi pelepasan (exit strategy) program sangat diperhatikan pada riset ini, karena merupakan bagian penting yang sangat menentukan keberlanjutan dan keberhasilan program. Strategi ini berkaitan dengan aspek minimalisi, pengurangan, atau bahkan penghilangan sumberdaya hasil penelitian atau fasilitas pendampingan yang diperoleh selama masa atau dalam skema proyek/program.  Mengacu pada skema kerjasama kemitraan antara peneliti dan mitra, maka keberlanjutan program pasca fase pelaksanaan riset adalah 1) perguruan tinggi sebagai inisiator, konseptor, dan fasilitator merupakan institusi pemegang HKI atas hasil penelitiannya, 2) Dinas  Perindagkop Kabupaten Sleman sebagai institusi yang menjalankan fungsi facilitating, empowering, enabling (FEE) merupakan institusi regulasi dan kontrol kualitas produk, 3). Asosiasi berperan sebagai ‘suh’ yang mengkoordinasikan, mengkonsolidasikan, dan mengorganisir UMKM dengan konsep fair trade, merupakan kluster unit usaha yang dinamis dan sehat.

IIRF 2016 : Sinergi UGM – WIKA untuk Kemajuan Bangsa

 

Direktorat Penelitian Universitas Gadjah Mada kemballi mengadakan Forum Riset Industri Indonesia ke-8 (IIRF) tahun 2016 di Gedung Wika satrian, Gadog, Bogor, Jawa Barat. Dalam acara yang diadakan pada hari Rabu (3/1/2017) tersebut Universitas Gadjah Mada menjalin kesepakatan kerja sama dengan PT Wijaya Karya, Tbk (WIKA) dalam bidang akademik, riset dan sumber daya manusia dalam rangka pengembangan inovasi dan penguasaan teknologi.

Dalam sambutannya sebagai Ketua kegiatan, Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc menyampaikan kegiatan IIRF adalah bertujuan untuk menghilirisasikan hasil riset Perguruan Tinggi kepada Industri. “Pada IIRF ke – 8 ini pihak industri yang menjadi mitra UGM adalah WIKA, kami berharap kerjasama pendidikan dan penelitian dengan WIKA dapat mengoptimalkan riset industri yang dapat menguntungkan semua pihak”.

Sementara itu ruang lingkup kegiatan dari kerja sama tersebut diantaranya kegiatan praktik pendidikan lapangan bekerjasama dengan Sekolah Vokasi, lokakarya contract drafting bagi pegawai WIKA dengan Fakultas Hukum, kegiatan peningkatan pendidikan, magang, penyediaan lulusan dan pengabdian kepada masyarakat dengan  Fakultas Teknik UGM,  dan kerja sama pengembangan platform edukasi dan konsultasi psikologi online untuk program employee assistance dengan PT Gama Inovasi Berdikari.

Rektor UGM, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc.,Ph.D., menyambut baik terjalinnya kerja sama dengan WIKA dalam rangka meningkatkan kedaulatan teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurut Rektor, kerja sama ini diharapkan akan meningkatkan kualitas lulusan UGM lewat program magang kerja lapangan di lokasi proyek WIKA serta meningkatkan berbagai hasil karya inovasi baru dalam bidang struktur bangunan dan teknologi tunneling. “Kebetulan UGM akan membuka program doubledegree di bidang underground space and tunneling engineering dengan Warwick University, Inggris. Universitas ini telah mempelajari tunneling sekitar 200 tahun yang lalu. Kita harapkan nantinya WIKA bisa ikut kerja sama lewat joint factory atau joint expert serta mengembangkan tunneling di Indonesia bersama-sama,” kata Dwikorita.

img_52121

Selain itu, Rektor juga mengajak WIKA untuk berkontribusi dalam pengembangan program teaching industry dengan mengajak mahasiswa terlibat langsung dalam proses produksi hasil riset aplikatif dari peneliti UGM. “UGM saat ini tengah mengembangakan teaching industry atau teaching factory di daerah Purwomartani, Sleman, untuk memproduksi produk hasil riset alat kesehatan dan di dekat area kawasan Bandara Kulonprogo untuk produksi alat kesehatan dan agro,”katanya.

Disamping itu, Rektor mengajak WIKA juga bisa ikut kerja sama dalam pengembangan semangat  kewirausahaan sosial di kalangan mahasiswa lewat startup usaha bisnis berbasis digital lewat program innovative academy. “Rata-rata sekitar 50 mahasiswa yang lewat hasil seleksi dilatih oleh perusahaan Google untuk menghasilkan produk yang berbasis aplikasi,” ujarnya.

Direktur Human Capital dan Pengembangan PT WIKA, I Gusti Ngurah Akshara Danadiputra, mengatakan kerja sama pengembangan inovasi riset dengan UGM bisa menghasilkan produk riset yang bisa diaplikasikan di lapangan terkait dengan berbagai kegiatan proyek pembangunan infrastruktur yang tengah ditangani WIKA di seluruh Indonesia. “Saya berharap WIKA bisa menjadi partner bagi UGM untuk bisa menghasilkan karya inovasi baru. WIKA juga membuka pintu memperkenalkan karya yang sudah dihasilkan, kami ingin sharing pada UGM terkait yang akan kita jalankan di Indonesia” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, pihak WIKA dan UGM mempresentasikan berbagai karya yang berpeluang untuk dikerja samakan, salah satunya hasil riset tim peneliti UGM tentang sistem manajemen pengaturan efisiensi pemakaian energi sebuah gedung atau building energy management system (BEMS). Produk hasil riset dari lima peneliti UGM, yakni Dr. Suharyanto, Sarjiya, Ph.D., Dr. I Wayan Mustika, Avrin Nur Widisatuti, M.Eng., dan Yusuf Susilo Wijoyo, M.Eng., ini menghasilkan sebuat alat dan aplikasi yang bisa memonitor tingkat efisiensi pemakian energi listrik dalam sebuah gedung.  “Alat ini bisa memonitor secara realtime lewat internet atau dari sebuah ponsel,BEMS juga mampu memonitor kadar CO2, suhu dan kelembaban di dalam gedung bahkan mampu memonitor aktivitas yang ada dalam gedung. Alat ini juga berisi motion sensor yang mendeteksi gerakan (manusia) dalam gedung, jika tidak ada gerakan berarti listrik bisa kita matikan,” demikian dipresentasikan Dr. Suharyanto.

Sementara itu ditempat terpisah, dipresentasikan pula Pengembangan Riset dan Teknologi pada Bidang Green dan Smart-Building Technologies dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik UGM (DTSL FT UGM). “Riset-riset pada bidang resilience infrastructure dan pengembangannya sudah dimulai oleh DTSL FT UGM sejak era 90-an dengan munculnya beberapa teknologi beton seperti “ porous concrete” (beton berpori) untuk meningkatkan filtrasi air hujan, fiber concrete (beton berserat) untuk meningkatkan kemampuan beton normal khususnya dalam menahan beban tarik, dan penambahan abu sekam padi (rice-husk ash) atau abu vulkanik pada beton normal agar dapat berkinerja lebih baik lagi” demikian disampaikan Dr. Ali Awaludin sebagai salah satu peneliti DTSL FT UGM.

 

Partisipasi UGM dalam Indo Defence 2016

Universitas Gadjah Mada kembali berpartisipasi dalam pameran internasional Indo Defence 2016 Expo dan Forum yang diadakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada tanggal 2-5 November 2016. Event dua tahunan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan, Republik Indonesia mengambil tema “Bolstering Defence Industri Coorperation: Archieving a Global Maritime Fulcrum and Secure World. Pameran industri pertahanan berskala internasional ini  tahun ini diikuti oleh 844 perusahaan swasta dan instansi pemerintah baik dalam negeri maupun luar negeri yang berasal dari 45 negara. “Perusahaan yang berpartisipasi di event ini berasal dari 573 perusahaan asing dan 271 perusahaan dalam negeri” demikian disampaikan oleh Prof. Dr. Suratman, M.Sc, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM, yang hadir saat pembukaan event didampingi Kasubdit HKI dan Riset Industri Direktorat Penelitian UGM Dr. Yusril Yusuf dan Dr. Tri Kuntoro Priyambodo selaku ketua tim pameran UGM.

Gelaran Indo Defence 2016 Expo and Forum dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla didampingi Menteri Pertahanan Rymizard Ryacudu dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

IMG_6203

Universitas Gadjah Mada pada Indo Defence Expo dan Forum tahun ini mengirimkan tim dosen dan mahasiswa untuk ikut serta menampilkan seluruh hasil penelitian dalam konsep ketahanan negara dengan mengusung tema “Teknologi dari UGM untuk Penguatan Kedaulatan Negara Maritim“.”Semoga apa yang sudah kami riset ini dapat mendorong meningkatkan hankam negara dalam lingkup tri matra, yaitu ketahanan darat, laut dan udara” ujar Dr. Tri Kuntoro Priyambodo.

“Universitas Gadjah Mada akan selalu mengembangkan teknologi tanpa awak (unmanned systems) baik itu teknologi satelite, UAV, kapal, kapal selam, mobil, Robot dan akan mempercepat hilirisasi teknologi bidang pertahanan untuk mendukung kedaulatan negara maritim” demikian disampaikan Prof. Dr. Suratman saat menerima tamu perwira dari Royal Saudi Arabia Air Force (RSAF) di stand UGM.

UGM memamerkan sejumlah hasil penelitian, diantaranya pesawat tanpa awak, elang caraka, pesawat KRTI, nano manufacturing , water tunnel, nano satellite, komputer cluster wisanggeni 01, pelampung elektronik Gamasafe, dan Kapal Autonomus Savinah. Produk tersebut mendapat sorotan dari berbagai pengunjung baik dari dalam dan luar negeri. Event ini menjadi jembatan komunikasi antara pihak universitas dan pelaku industri pertahanan dalam mendukung kemajuan teknologi bidang pertahanan yang harapannya tercipta produk yang dapat dikembangkan dan dapat memenuhi kebutuhan ketahanan dalam negeri, dimana sampai saat ini masih tergantung pada perusahaan luar negeri.

Pada pameran ini dihasilkan beberapa inisiasi kerjasama dengan beberapa instansi pemerintah maupun swasta. Kedepannya, diharapkan UGM dapat semakin mensosialisasikan penelitiannya melalui event serupa dan memperluas kerjasama dengan perusahaan dalam maupun luar negeri.