Arsip:

SDGs 8

Sosialisasi Grant Riset Sawit 2024

Sosialisasi Grant Riset Sawit 2024

Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) membuka grant riset penelitian dan perkembangan kelapa sawit. Sehubungan dengan hal tersebut, Direktorat Penelitian UGM sebagai fasilitator menyelenggarakan “Sosialisasi Pengajuan Proposal Penelitian dan Pengembangan Sawit Grant Riset Sawit (GRS) 2024” pada Senin, 26 Februari 2024 secara daring. Sosialisasi ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi kepada dosen UGM dengan adanya peningkatan partisipasi dosen UGM dalam seleksi.

Sosialisasi dibuka oleh Ratih Fitria Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D. sebagai Kepala Subdirektorat Publikasi Ilmiah dan Kekayaan Intelektual yang dalam sambutannya beliau menyampaikan harapannya dari Grant Riset Sawit untuk bisa memberikan impact yang baik dan maksimal untuk UGM. “Direktorat Penelitian akan mengawal dan membantu Bapak/Ibu dalam proses keberhasilan program ini” ungkap beliau.

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber Dr. Tatang Hernas Soerawidjaja dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) untuk mengupas materi “Program Pendanaan BPDPKS”. Beliau menyampaikan beberapa hal terkait fokus, kiat, dan peluang GRS 2024. Sosialisasi yang dimoderatori oleh Prof. Dra. Wega Trisunaryanti, M.S., Ph.D.,Eng (penerima GRS 2022) ini dilaksanakan guna mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDGs 2 (Zero Hunger), SDGs 7 (Affordable and Clean Energy), SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth), SDGs 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDGs 15 (Life on Land).

Seminar Series #2 Kosmopolis Rempah dalam Mendukung SDGs

Seminar Series #2 Kosmopolis Rempah dalam Mendukung SDGs

Dalam usaha membawa kembali kejayaan rempah Indonesia, UGM membentuk gugus tugas Kosmopolis Rempah yang pada Rabu, 21 Februari 2024 telah menyelenggarakan seminar seri keduanya dengan mengangkat tema besar “Dari Kerja Paksa sampai Bisnis Petai: Perdagangan Rempah dan Ketahanan Pangan”. Webinar diadakan secara daring dengan mendatangkan para pakar rempah Indonesia dan dipandu oleh Dr. Sri Margana, M.Hum., yang merupakan salah satu penggagas sekaligus wakil ketua gugus tugas Kosmopolis Rempah dari Fakultas Ilmu Budaya, UGM.

Gugus tugas Kosmopolis Rempah diketuai oleh Prof. Dr. apt. Mustofa, M.Kes. yang pada kesempatan ini turut membuka acara seminar dengan sambutan, di mana beliau menyampaikan harapannya terhadap peningkatan ekonomi rempah Indonesia melalui pelaksanaan seminar tersebut.

“Sebagai sebuah institusi, UGM terus berupaya menjadi forum diskusi dan berbagi pengalaman untuk mendapatkan solusi rekonstruksi, revitalisasi, dan inovasi jalur rempah nusantara. UGM juga mendukung penguatan rempah melalui pencanangan Jalur Rempah Nusantara sebagai bagian dari World Heritage dan sebagai center of excellent kosmopolis rempah di kawasan Asia Pasifik,” ungkap beliau.

Kemudian, disampaikan penyampaian materi yang menarik oleh tiga pembicara yaitu, Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr. (Fakultas Teknologi Pertanian, UGM), Prof. Dr. Ir. Supriyadi, M.Sc. (Fakultas Teknologi Pertanian, UGM), dan Dr. Umi Barjiah, M.A. (Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Khoirun). Pertama, Dr. Umi Barjiah, MA. menceritakan sejarah singkat pekerja paksa di perkebunan pala di Banda. Kedua, Prof. Dr. Ir. Supriyadi, MSc menyampaikan materi dengan tema ketersediaan, pengolahan, manfaat, dan prospek bisnis petai. Terakhir, Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr. dengan materi potensi bisnis rempah nusantara untuk mendukung ketahanan pangan. Berbagai materi pembahasan tersebut dibawakan sebagai bentuk dukungan terhadap terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDG 2, 8, dan 10 - Zero Hunger, Decent Work and Economic Growth, Reduced Inequalities.

Pada akhir acara, Prof. Dr. apt. Mustofa, M.Kes.. menyampaikan bahwa seminar series berikutnya akan mengangkat tema rempah di bidang kesehatan. Seminar yang diikuti oleh ratusan peserta tersebut ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan para pembicara. Harapannya, dengan diadakannya Seminar Series Kosmopolis Rempah ini dapat memperkuat tonggak pengembangan kapasitas riset dan kelembagaan UGM dalam bidang rempah Nusantara.

 

Mekanisasi Teknologi Pewarnaan Kain dan Benang dengan Pewarna Alami  sebagai Sarana Akselerasi Aplikasi Pewarna Alami

Mekanisasi Teknologi Pewarnaan Kain dan Benang dengan Pewarna Alami sebagai Sarana Akselerasi Aplikasi Pewarna Alami

Sampai saat ini, Indonesia masih menggunakan dan mengimpor pewarna sintetis untuk tekstil dalam kapasitas besar. Padahal, Indonesia memiliki budaya penggunaan pewarna alami warisan nenek moyang yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, Indonesia juga memiliki kekayaan alam dan biodiversitas yang merupakan bahan baku zat pewarna alami, meskipun sayangnya sampai saat ini belum termanfaatkan. Di sisi lain, era globalisasi diindikasikan oleh adanya pasar bebas di dunia, tempat produk-produk yang unggul, kompetitif, dan menggunakan teknologi ramah lingkungan. Produk dengan pewarna alami dapat memenuhi spesifikasi tersebut sehingga memiliki peluang yang menjanjikan untuk bersaing di pasar dunia. Untuk itu, usaha memproduksi dan menggunakan kembali pewarna alami perlu dilakukan agar dapat meminimalisasi penggunaan pewarna sintetis yang berbahaya dan mengurangi impor pewarna sintetis.

Terdapat empat faktor utama pembangunan ekonomi berkelanjutan, yaitu: 1) investasi atau modal; 2) sumber daya manusia; 3) sumber daya alam; dan 4) teknologi. Bila dibandingkan dengan empat faktor utama pembangunan ekonomi berkelanjutan tersebut, dapat dinyatakan bahwa industri pewarna alami di Indonesia sangat kuat pada faktor 1 sampai 3. Meskipun begitu, terdapat satu faktor yang masih perlu ditingkatkan dalam produksi pewarna alami, yaitu pilar teknologi.

Peneliti multidisiplin pewarna alami UGM bersatu dan melembaga dalam Indonesia Natural Dye Institute (INDI UGM). Keberadaan lembaga ini dimaksudkan untuk berkontribusi dalam usaha peningkatan pilar teknologi tersebut. INDI UGM memiliki visi berupa menjadi sarana dan rujukan pendidikan, penelitian, pengembangan, dan pengadaan pewarna alami bagi indonesia yang sehat (lingkungan-manusia) dan sejahtera (daulat secara ekonomi). INDI UGM mendapat apresiasi dari banyak pihak, di antaranya ialah berupa pengukuhan sebagai Pusat Unggulan IPTEKS Perguruan Tinggi (PUI-PT) dalam bidang pewarna alami oleh DIKTI (2021-2023), serta pengukuhan sebagai UNESCO Chair on Research and Education of Local Natural Dyes (April 2023).

INDI UGM meneliti dan mengembangkan sebuah mesin yang menggunakan pewarna alami yang bernama GamaWarni. Penelitian GamaWarni memiliki dua tujuan jangka panjang, yaitu: 1) dapat diproduksi dengan pewarna alami terstandar skala komersial yang kompetitif dengan pewarna sintetis; serta 2) dapat mengaplikasikan pewarna alami dalam skala pengrajin (secara manual) maupun skala industri (secara mekanik). Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah menghasilkan pewarna alami yang sesuai untuk pewarnaan kain dan benang dengan mesin, menyusun spesifikasi pewarna alami, membuat mesin pewarnaan kain dan benang dengan pewarna alami, mengaplikasikan pewarna alami untuk pewarnaan kain dan benang secara manual, serta memperoleh HKI atas hasil riset ini.

Penelitian ini direncanakan dalam kurun waktu tiga tahun dengan mengacu pada latar belakang, tujuan, dan panduan Rispro Komersial. Tahapan-tahapan aktivitas dalam tiga tahun tersebut ialah sebagai berikut: 1) membuat mesin pewarnaan kain dengan pewarna alami dengan mengacu pada teknik pewarnaan secara manual dan kajian mekanisasi pewarnaan di industri mitra yang telah dilakukan; 2) mengukur dan menguji kualitas dan kecepatan produksi dengan kriteria pengujian berdasarkan kualitas hasil pewarnaan, kecepatan produksi, dan kemudahan pekerja dalam pengoperasian mesin; 3) penyempurnaan mesin yang telah dihasilkan dan diujicobakan agar memenuhi parameter kualitas produk; 4) pengujian mesin dan pewarna alami yang dihasilkan salah satu industri milik mitra H&M; 5) membuat manual serta spesifikasi lengkap untuk mesin dan pewarna alami; 6) menyusun dokumen sertifikasi pewarna alami dan mesin pewarnaan; 7) mendapatkan paten dan publikasi ilmiah; 8) menyusun dokumen kerja sama pemasaran; 9) menyusun dokumen produksi dan pemasaran pewarna alami dan mesin; serta 10) launching produk mesin dan pewarna alami.

Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, selanjutnya dibentuk tim peneliti multidisiplin yang terdiri dari: 1) Program Studi Teknik Kimia UGM dengan spesialisasi produksi pewarna alami dan teknologi pewarnaan; 2) Program Studi Teknik Perancangan Mekanik dan Mesin Politeknik ATMI Solo dengan spesialisasi teknik mesin dan manajemen bengkel; serta 3) Program Studi Teknik Mesin dan Industri UGM dengan spesialisasi teknik industri-ergonomi dan produktivitas. Adapun mitra industri yang dipilih adalah: 1) PT ATMI Solo yang bergerak dalam bidang precision parts, machinery, sheet metal fabrication, dan special purpose machine serta akan memproduksi mesin; 2) H&M Puls Trading Far East Ltd sebagai salah satu perusahaan fashion terbesar di dunia; serta 3) Koperasi Perumahan Wanabakti Nusantara (KPWN).

Sumber pendanaan riset ini berasal dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam skema Riset Inovatif-Produktif (Rispro) Komersial, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Bila evaluasi didasarkan pada target luaran (output) riset, dapat dinyatakan bahwa target luaran tahun pertama, kedua, dan ketiga dapat tercapai. Akan tetapi, bila dilihat dari dampak (outcome) secara lebih luas, dapat dikatakan bahwa upaya ini masih perlu diusahakan dengan ketekunan dan semangat. Tidak bisa dipungkiri bahwa pada masa pandemi, industri fashion merupakan salah satu industri yang terdampak secara besar. Meskipun pandemi sudah berangsur menjadi endemi, saat ini sedang terjadi krisis global karena perang Rusia-Ukraina. Hal ini menyebabkan bisnis fashion relatif melambat. Besar harapan kondisi ini segera berakhir sehingga industri fashion Indonesia dan dunia segera pulih kembali.

GamaWarni sudah diluncurkan, dihilirisasikan, dan digunakan dengan harapan akselerasi penggunaan kembali (revival) pewarna alami di Indonesia untuk generasi sehat dan berdaulat dalam pewarna dapat terwujud. Kerja sama mutualistik dari banyak pihak ABCGM (Academician, Business, Community, Government, dan Media) perlu diusahakan dengan semangat dan ketekunan yang tak mengenal lelah karena tahap ini merupakan tahap yang tidak mudah.

= =

Identitas Riset

Judul Riset:
Mekanisasi Teknologi Pewarnaan Kain dan Benang dengan Pewarna Alami sebagai Sarana Akselerasi Aplikasi Pewarna Alami

Kelompok Periset:
Prof. Dr. Ir. Edia Rahayuningsih, MS., IPU
Bayu Prabandono, S.T., M.T. 
Ir. Rini Dharmastiti. M.Sc. PhD 

Institusi Pengusul :
Universitas Gadjah Mada

Institusi Mitra:
PT ATMI Solo, H&M Group, dan KPWN

Sumber Pendanaan:
Riset Inovatif-Produktif (Rispro) Komersial Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan Republik Indonesia